Tentang Aku

Namaku Astriani, aku adalah salah seorang siswa SMK NEGERI 8 SEMARANG Program Keahlian MULTIMEDIA kelas XII Aku tinggal di Jl. Kaba Raya no.1 Rt 03 Rw XII Semarang. Aku memiliki seorang adik laki – laki bernama Ridwan Ahlal Maghsyar. Ibuku telah meninggal 5 tahun yang lalu karena melahirkan adik tiriku. Perjalanan hidup keluargaku teramat rumit. Sulit untuk diceritakan, tetapi aku akan coba untuk menceritakan sedikit tentang riwayat keluargaku.
Sebelum kami tinggal di Semarang, kami tinggal di Jakarta tepatnya di daerah Pulogadung. Di sana kami hidup bahagia. Ayahku seorang dosen di salah satu kampus swasta dan ibuku membuka usaha agen majalah di rumah. Namun karena ada masalah keluarga, ibuku memutuskan untuk pindah ke Semarang. Tetapi ayahku tidak mau ikut karena alasan pekerjaan. Akhirnya hanya aku, ibuku dan adikku yang pindah ke Semarang.
Setahun berlalu, selama itu ayahku selalu pulang ke Semarang sebulan sekali. Setiap kali ayahku pulang, pasti aku dan adikku mendapat oleh – oleh. Selama itu kami hidup bahagia. Namun selang satu tahun, mulai timbul masalah – masalah yang aku sendiri tidak tahu sampai saat ini. Kemudian masalah itu semakin membesar dan akhirnya mengakibatkan ‘ Perceraian ‘‘. Ayah dan Ibuku pun berpisah. Awalnya aku tak percaya bahwa hal ini terjadi pada keluargaku. Tetapi saat aku menyaksikan sendiri Ayah dan Ibuku bercerai di Pengadilan Agama, aku tak dapat memungkiri hal itu. Sungguh hal yang sangat menyakitkan. Lalu aku dengar ayah dan ibuku sudah memiliki pengganti masing – masing, aku semakin terpukul. Dalam hati aku selalu bertanya, apa maksud dari semua ini ? Aku ingin bertanya pada ibuku, tapi aku takut. Toh nantinya ibuku pasti akan bilang ” Kamu itu masih kecil, ga’ tau apa – apa.” Selang beberapa bulan, aku melihat laki – laki setengah baya main ke rumahku. Aku bertanya pada ibuku, siapa orang itu ? Dan ibuku menjawab bahwa ia adalah teman ibu. Awalnya aku percaya tapi lama – kelamaan aku ragu akan hal itu. Hampir setiap hari laki – laki itu main ke rumah. Dia baik sekali padaku, dia sering memberiku uang. Dan keraguanku terjawab, ternyata dia adalah pacar ibuku. Luka yang lama saja belum sembuh, kini tambah lagi luka yang baru. Ibuku menyuruh aku dan adikku memanggilnya “Papa”. Tetapi adikku tidak mau karena ia merasa laki – laki itu bukan papanya. Aku terpaksa memanggilnya papa karena aku sudah tidak tahu lagi harus bagaimana. Di satu sisi aku tidak suka padanya tapi di sisi lain aku kasihan melihat ibuku yang berusaha keras menyekolahkanku. Aku pun merestui hubungan mereka karena aku pikir yang penting ibuku bahagia. Adikku yang bersikeras untuk tidak memanggilnya ” papa “ akhirnya memutuskan untuk ikut ayahku di Jakarta. Aku serta ibuku mengantarkannya ke Jakarta. Ternyata di sana ayahku sudah memiliki istri baru. Ya Allah… betapa hancurnya keluargaku kini… Tetapi aku tetap berusaha untuk tegar. Setelah mengantar adikku, selang beberapa bulan terdengar kabar bahwa ibuku akan menikah dengan laki – laki yang ku panggil ayah. Malam sebelum pernikahan, ibuku menjelaskan padaku bahwa ia akan menikah lagi. Beliau meminta restu dariku. Dengan air mata aku menjawab ” ya, aku merestui mama. Selama itu bisa membuat mama bahagia.” Keesokan harinya, pernikahanpun dilaksanakan. Mereka hanya menikah sirih karena Pengadilan Agama tidak memberi keputusan bahwa ayah dan ibuku telah bercerai. Ibuku memakai baju ungu dan jilbab ungu. Ibuku terlihat anggun mengenakan pakaian itu. Acara pernikahan berjalan lancar.
Selang beberapa bulan aku diberitahu bahwa ibuku tengah hamil 3 bulan. Aku tidak tahu harus bahagia atau sedih mendengarnya. Dan ternyata istri ayahku juga tengah hamil 6 bulan. Itu kabar terakhir yang aku dengar tentang ayah. Waktu berlalu, usia kandungan ibuku sudah 8 bulan. Dan pada hari Senin, 26 Mei 2003 ibuku merasa ingin melahirkan. Aneh, padahal baru 8 bulan tapi sudah ada tanda – tanda ingin melahirkan. Ibuku dilarikan ke Bidan setempat. Setelah diperiksa ternyata ibuku harus dirujuk ke rumah sakit. Ya, rumah sakit Panti Wilasa Citarum. Ayah tiriku langsung membawa ibuku ke sana. Kami menunggu selama berjam – jam. Akhirnya kami mendapat laporan bahwa air ketuban ibuku pecah tetapi tidak keluar melainkan masuk ke paru – paru hingga mengakibatkan bayinya tak dapat diselamatkan. Dokter berencana untuk mengambil bayi itu karena khawatir akan berpengaruh pada kesehatan ibuku. Ayah tiriku menyetujuinya, tetapi ternyata ada sedikit kendala. Kondisi ibuku masih sangat lemah, hal ini tidak memungkinkan untuk melakukan operasi. Akhirnya dokter memutuskan untuk menunggu sampai kondisi ibu membaik. Aku hanya bisa menunggu di depan ruangan karena saat itu umurku baru 11tahun. Peraturan di sana adalah anak di bawah usia 12 tahun dilarang memasuki ruang perawatan. Tetapi tak apalah yang penting ibuku selamat.
Namun keyakinanku tak menjadi nyata. Pukul 22.00 WIB ibuku menghembuskan nafas terakhirnya. Bak disambar petir, perasaanku tak kuasa menerima kenyataan. Aku menangis sejadi – jadinya, aku merasa tak rela akan kepergian ibuku. Namun apa mau di kata. Jika Allah telah berkehendak, siapa yang mampu menghalangi-Nya.
Keesokan harinya, ibuku dimakamkan di TPU yang ada di daerah rumahku. Aku melihat wajah ibu untuk yang terakhir kalinya. Aku sempat tidak percaya bahwa beliau telah tiada. Beliau meninggal dalam keadaan tersenyum.

NEWS FLASH

Untuk teman - teman kelas XII baik SMA maupun SMK, Ujian Nasional telah selesai. Namun meski demikian kita harus tetap berdoa dan selalu OPTIMIS bahwa apa yang telah kita lakukan adalah hasil kerja keras kita yang maksimal dan kita berharap apapun yang terjadi kita akan selalu berpikir positif. Semoga semua teman - teman kelas XII dan semua teman - teman se-Indonesia bisa LULUS dengan hasil yang memuaskan... Amin....
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Salam Hangat

Mungkin tidak ada yang istimewa di blog ini. Mungkin ada. Tapi di manapun, kita sudah ditakdirkan menjadi manusia yang suka memungut remah-remah yang ditinggalkan jejak-jejak mereka yang sudah menelusuri peradaban ini lebih dulu daripada kita. Setiap remah itu bermakna, disadari atau tidak, dan kitalah yang membuatnya menjadi berarti. Setuju? Inilah tujuan saya membuat blog ini, membuat yang dirasa tidak berarti menjadi sangat berarti. Oh ya lupa perkenalkan nama saya Astriani, temen-temen memanggil saya Astri. Seorang siswa SMK Negeri di Kota Semarang tepatnya SMK Negeri 8 Semarang. Saya menulis artikel diblog ini karena minat dan hobi saya menulis, sekaligus buat tambah pahala. Selamat berselancar diblog ini dan jangan lupa tinggalkan komentar jika hendak pergi.

Akprind

http://siblog.akprind.ac.id

Nampang

My Video

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Tulisan Terpopuler

Asal Pengunjung

free counters
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Peta Pengunjung

Trafik Kunjungan

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Followers

 

Copyright © 2009 by NAMAKU ASTRIANI