Selasa, 02 Maret 2010

PATRIOTISME PELAJAR DI UJUNG TANDUK

Patriotisme berasal dari kata Patriot, yang artinya adalah: pecinta dan pembela tanah air. Sedangkan Patriotisme maksudnya adalah semangat cinta tanah air. Pengertian Patriotisme adalah sikap Untuk selalu mencintai atau membela tanah air, seorang pejuang sejati, pejuang bangsa yang mempunyai semangat, sikap dan perilaku cinta tanah air, dimana ia sudi mengorbankan segala-galanya bahkan jiwa sekalipun demi kemajuan, kejayaan dan kemakmuran tanah air. Untuk memahami arti patriotisme, Coba kita cermati nukilan naskah pidato Bung Karno pada peringatan hari proklamasi 17 Agustus 1951 berikut ini :
“…. Saudara-saudara … hal `kemakmuran’ dan `keadilan sosial’ ini cita cita kita bukan cita-cita yang kecil. Manakala Revolusi Perancis, misalnya, adalah revolusi untuk membuka pintu buat kapitalisme dan imperialisme, maka revolusi kita adalah justru untuk menjauhi kapitalisme dan imperialisme. Tetapi seperti sudah puluhan, ratusan kali saya katakan:
Revolusi bukan sekedar kejadian sehari bukan sekedar satu evenement; revolusi adalah suatu proses, suatu proses destruktif dan konstruktif yang gegap-gempitanya kadang-kadang memakan waktu puluhan tahun. Proses destruktif kita boleh dikatakan sudah selesai, proses konstruktif kita, sekarang baru mulai. Dan ketahuilah, proses konstruktif ini memakan banyak waktu dan banyak pekerjaan. Ya, banyak pekerjaan! Banyak pemerasan tenaga dan pembantingan tulang! Banyak keringat! Adakah di dalam sejarah tercatat suatu bangsa menjadi bangsa yang besar dan makmur zonder (tanpa) banyak mencucurkan keringat? Tempo hari saya membaca tulisan seorang bangsa asing yang mengatakan bahwa “mempelajari sejarah adalah tiada guna.” “History is bunk”, demikian katanya. Tetapi saya berkata: justru dari menelaah sejarah itulah kita dapat menemukan beberapa hukum pasti yang menguasai kehidupan bangsa-bangsa. Salah satu daripada hukum-hukum itu ialah tidak ada kebesaran dan kemakmuran yang jatuh begitu saja dari langit. Hanya bangsa yang mau bekerjalah menjadi bangsa yang makmur. Hukum ini berlaku buat segala zaman, buat segala tempat, buat segala warna kulit, buat segala agama atau ideologi. Ideologi yang mengatakan bahwa bisa datang kemakmuran zonder kerja adalah ideologi yang bohong!
Bila kita mempunyai jiwa rela berkorban demi tanah air dan bangsa, bangga sebagai bangsa Indonesia dan menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi berarti dalam dada kita telah tertanam patriotisme.
Hari itu saya mendengar celetuk seorang teman pada waktu pelajaran sejarah. Dia berkata apakah guna kita capai capai belajar sejarah masa lalu, toh sekarang sudah jaman modern, bukan lagi jaman Belanda. Suatu celutukan yang menggugah insting saya untuk mendapatkan data lebih luas berkaitan dengan pelajaran sejarah.
Begitu bel istirahat berdentang segera saya beraksi untuk menyebarkan pertanyaan kepada temen-temen satu kelas.
  1. Pertanyaan pertama, apakah anda tertarik dengan pelajaran sejarah ? dan
  2. pertanyaan kedua mengapa anda tertarik/tidak tertarik pelajaran sejarah?
Saya meminta temen untuk menjawab pada sobekan kertas yang telah aku buat. Dan inilah hasilnya : 100 % anak menyatakan tidak suka pelajaran sejarah.
Sedan gkan alasan yang dikemukakan bermacam-macam antara lain :
  1. 50 % karena gurunya tidak menarik
  2. 15 % karena hafalan melulu
  3. 12 % karena bukan pelajaran yang di UN kan
  4. 10 % karena dari dulu memang tidak suka pelajaran sejarah
  5. 8 % karena buat apa belajar sejarah
  6. 5 % karena tidak menjawab
Dari hasil poling tersebut dapat menggambarkan jiwa patriotisme di kalangan pelajar karena belajar sejarah bertujuan untuk memupuk semangat patriotisme. Sehingga tidak salah jika saya mengatakan patriotisme pelajar sekarang ini berada di ujung tanduk. Setuju ?

Comments :

3 komentar to “PATRIOTISME PELAJAR DI UJUNG TANDUK”

Willy Ediyanto mengatakan...
on 

Seratus persen anak tidak tertarik pelajaran sejarah. Tentu ada yang salah dalam PBM selama ini. Saya termasuk yang tidak menyukai “pelajaran” sejarah. Sejarahnya sendiri terlalu mengasyikkan untuk diikuti. Sering menjadi inspirasi.

Astriani mengatakan...
on 

yup, bener bgt…
terima kasih telah berkunjung…

Herlambang Satriadi mengatakan...
on 
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Posting Komentar

 

Copyright © 2009 by NAMAKU ASTRIANI